ETIKA PERANG KRISTEN
Ditulis oleh kafilahsyuhada di/pada 2 September 2009
ETIKA PERANG KRISTEN
Bagaimana Alkitab mengajarkan kepada umatnya dalam berperang kepada musuh-mushnya?Akan terlihat bahwa hukum perang dalam Alkitab (Bibel) itu sangat kejam, bengis dan tidak manusiawi. Karena itu seharusnya para penghujat syariat Islam berkaca diri terhadap kitabnya yang telah menggariskan konsep perang yang tidak manusiawi. Benar-benar ironis, salah satu dari sepuluh perintah tuhan kepada Musa ( ten commandments ) adalah: “Kamu tidak boleh membunuh” (Keluaran 20:13).
Tetapi, anak-anak tidak berdosa dan wanita diperintahkan untuk dibantai secara masal, yang mungkin sudah tidak terhitung jumlahnya!
Wanita atau tepatnya balita berusia 3 tahun malah diperintahkan untuk diperkosa oleh pasukan-pasukan teroris biadab Israel, Amerika dan sekutunya atas ‘perintah’ Musa dan tuhan.
Berbeda dengan Kitab Perjanjian Lama, diberitakan bahwa Yesus sama sekali melarang segala tindak kekerasan , termasuk berperang melawan kejahatan, penindasan, penjajahan dan kezaliman, bahkan mengajarkan kasih.
“Tetapi Aku berkata kepadamu : Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu…Tetapi Aku berkata kepadamu : Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu,” ( Matius 5:39-44 ).
Dari konsep Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, tak ada yang bisa diterapkan untuk mewujudkan perdamaian hakiki. Karena keduanya saling kontradiksi. Di satu sisi mendorong penjajahan dan perang, tetapi disisi lain anti kekerasan dan perang Seolah berwajah ganda dan seperti inilah yang akhirnya dipraktekan oleh tentara-tentara salib sang teroris dunia yaitu Israel, Amerika dan sekutunya diseluruh negara-negara muslim.
Kita bandingkan dengan Agungnya ajaran Islam dalam hal perang :
“ Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” ( Qs : Al-Baqarah 190 )
Inilah sedikit dari banyak ayat yang menjadi dasar perlakuan sadis dan biadab tentara-tentara salib itu !!!
- Akidah Dasar perbuatan biadab mereka
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan di baptis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan DIHUKUM.”
( Markus 16-15 )
“Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan BUNUHLAH mereka di depan mataku”. (Lukas 19:27)
- Bunuh semua makhluk hidup yang bernafas
“Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa yang didirikan Tuhan, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kau biarkan hidup apapun yang bernafas, melainkan harus kau tumpas sama sekali,” ( Ulangan 20:16-17 ).
Ini adalah doktrin utama alkitab untuk membantai semua makhluk hidup yang bernafas mencakup manusia, hewan, dan tumbuhan yang tinggal di daerah musuh. Jika kita tidak menyebut hal ini sebagai terorisme, kejahatan perang, dan pembantaian masal, lalu apakah yang layak kita ucapkan untuk ayat Alkitab sadis ini.
- · Bunuh semua balita yang masih menyusui
Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.” Lalu Saul memanggil rakyat berkumpul dan memeriksa barisan mereka di Telaim: ada dua ratus ribu orang pasukan berjalan kaki dan sepuluh ribu orang Yehuda. ( 1 Samuel 15:2-4 ) - Puji-pujian karena membenturkan anak-anak kecil ke arah batu
“Hai puteri Babel, yang suka melakukan kekerasan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami! Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu! ( Mazmur 137:8-9 )
- Harus dibunuh laki-laki dan perempuan yang sudah pernah bersetubuh. Sedangkan perempuan yang belum pernah bersetubuh (perawan), boleh diambil bagi mereka.
“Maka sekarang bunuhlan semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh. Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.” ( Bilangan 31:17-18 ).
- Semua manusia dan hewan ternak ditumpas habis, tak satupun yang dibiarkan hidup.
“Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai.” ( Yosua 6:21 )
. Perlakuan yang sama juga dilakukan Yosua kepada kerajaan Makeda.
“Pada hari itu Yosua merebut Makeda dan kota itu dipukulnya dengan mata pedang, juga rajanya. Kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya, tak ada seorangpun yang dibiarkannya lolos. Dan raja Makeda diperlakukannya seperti telah diperlakukannya Raja Rerikho.” ( Yosua : 10:28 )
:: dari berbagai sumber







