Kafilah Syuhada

Jihad never Die Mujahid Never Sleep . . .

Goyangan Liar Kristiani dibumi Islam Indonesia

Ditulis oleh kafilahsyuhada di/pada 21 April 2009

katolik-dan-politikGoyangan Liar Kristiani dibumi Islam Indonesia

Bukan main gencarnya orang-orang Kristen menentang RUU Sisdiknas khususnya pasal 12 ayat (1). Bukan main pula gigihnya orang Kristen menentang Piagam Jakarta kendati telah disepakati bersama sebagai preambule UUD 1945. Orang Kristen secara amat pengecut menggerogoti UUD yang telah disepakati bersama itu dengan merekayasa munculnya utusan dari wilayah Timur Indonesia yang berkeberatan jika Piagam Jakarta tetap dicantumkan dalam UUD. Orang yang menamakan diri dari Indonesia Timur tak pelak adalah orang Kristen. Dua soal diatas berbeda masalah, dan rentang waktu kejadian hampir limapuluh tahunan. Soal Piagam Jakarta terjadi pada 1945, ditentang golongan Kristiani dan menjadi sejarah kelam hubungan Islam-Kristen yang tak pernah harmonis hingga sekarang. Soal yang kedua RUU Sisdiknas terjadi pada 2003 ini juga ditentang oleh orang Kristen. Dua hal ini ditentang orang Kristen sejak tahun 1945 hingga tahun 2003 karena dianggap mengganggu program Kristenisasi yang mereka lancarkan di negeri muslim ini.Mereka tidak perduli kalaupun aturan
undang-undang di negeri ini melarang gerakan mereka itu. Karenanya ketika awal pemerintahan orde baru pada tahun 1967 memprakarsai Musyawarah Antar Umat Beragama, terjadilah pertentangan sengit yang pertama sejak kemerdekaan RI, sejak mereka menolak Piagam Jakarta. Bagai “monyet keluar dari lengan baju ” (artinya : orang yang terbongkar kedok atau penipuannya-pen), tokoh-tokoh Islam baru menyadari itulah watak asli orang-oran Kristen. Pada Musyawarah Antar Umat Beragama 1967 ini hanya pihak Kristen yang menentang habis-habisan klausul yang diajukan pemerintah mengenai tatacara penyiaran agama, yakni penyiaran agama hanya bisa dilakukan kepada seseorang yang belum memeluk sesuatu agama. Artinya kepada seseorang yang sudah jelas-jelas memeluk suatu agama tidak bisa dijadikan proyek penyiaran agama. Sungguh adilklausul ini dan spontan diterima oleh wakil Islam, Hindu, juga Budha. Tapi pihak Kristen yang diwakili tokoh-tokohnya seperti TB. Simatupang, Tambunan, menolak dengan gigih bahkan mati-matian. Mereka beradu argumentasi dengan wakil-wakil Islam seperti M. Natsir, Rasyidi, dan lain-lain. Jurnalis senior Rosihan Anwar menggambarkan perdebatan itu seraya menceritakan kekagumannya terhadap argumentasi M. Natsir cs., namun berhadapan dengan Simatupang dan Tambunan yang menolak apapun argumentasi itu, betapapun kuat dan masuk akalnya. Rosihan menggambarkan dua tokoh Kristen itu melawan bagai singa yang terluka menghadapi lawan-lawannya.

Itulah fakta pendirian mereka yang amat gigih kalau tidak mau dikatakan amat busuk, yang tersembunyi dibalik rongga hatinya, dan secara konsisten dipegangnya dengan erat sampai titik darah penghabisan. Kalau sekedar menanggung malu karena kalah berargumentasi pasti dilakukan, sedangkan membela sampai mati pun dilakukan pula. Inilah makna kejadian di Ambon, Palu, juga seluruh kejadian di pentas politik negeri Muslim bernama Indonesia ini sejak 1945 hingga hari ini. Soal yang terakhir yakni pentas politik di tanah air, jika dirinci sepanjang usia rejim orde baru, umat Islam yang senantiasa dipinggirkan.

Jika dikaji secara seksama niscaya dibalik rekayasa peminggiran umat Islam tak lain adalah orang Kristen. Dulu sinyaliran seperti itu selalu dibantah, bahkan oleh tokoh-tokoh muda Islam seperti Nurcholis Madjid. Mereka menuduh sinyaliran seperti itu akibat orang Islam mengidap ketakutan yang berlebihan, kurang toleransi, dan tidak mau melihat kenyataan bahwa orang Kristen memang lebih maju dalam berbagai bidang seperti pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Tapi kini tuduhan seperti itu menjadi basi tatkala sikap ngotot orang Kristen makin telanjang dan mati-matian. Kristenisasi memang nyata ada, dan sikap kopeg mereka makin terbuka di mana-mana.

Seperti kasus yang dikutip tadi momentum Musyawarah Antar Ummat Beragama 1967, ngototnya mereka sungguh naif. Mereka menginginkan bebas menyiarkan agama Kristen kepada orang yang sudah memeluk agama Islam, Hindu atau Budha atau lebih-lebih yang belum beragama. Jelas di sini mereka menginginkan proyek Kristenisasi itu dilegalkan aturan pemerintah. Mereka sendiri mengakui harus melakukan Kristenisasi ini. Begitu halnya peristiwa terakhir tentang RUU Sisdiknas 2003, begitu gamblang orang Kristen selama ini melakukan proyek Kristenisasi di lingkungan pelajar beragama Islam yang kebetulan masuk ke lembaga pendidikan Kristen. Sungguh berani sikap orang Kristen dalam memperjuangkan aspirasi dan keyakinan agamanya sehingga harus disebarluaskan dengan cara apapun.

Mereka walaupun berjumlah kecil tak lebih 7%, tapi sepanjang kekuasaan orde baru berhasil menunggangi mesin politik Soeharto dan menguasai berbagai pos strategis. Lembaga tink-tank orde baru bernama CSIS dikuasainya untuk menggodok berbagai kebijakan politik melibas kepentingan Islam, sehingga Golkar pun dikuasai untuk membekap seluruh kepentingan umat Islam di Indonesia. Tiap kali muncul segala sesuatu yang mengarah kepada upaya yang merugikan kepentingan Islam, maka elite politik orde baru niscaya memberi jalan terbuka selebar-lebarnya. Demikian berlaku berpuluh-puluh tahun yang amat menyakitkan umat Islam, namun umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa.

Contoh-contoh yang membuat umat Islam tak berdaya diperlakukan sangat menyakitkan dalam kurun tiga puluh tahun usia orde baru adalah ketika orang Islam tak boleh menghidupkan kembali kekuatan politik Islam, dan PPP pun dipreteli tak boleh menggunakan lambang Islam, Ka’bah. Di dalam kehidupan politik di parlemen sungguh menyakitkan karena penguasaan Golkar yang disetir oleh orang-orang Kristen. Berbagai kebijakan yang amat menyakitkan orang Islam selalu ditolelir, seperti masuknya Aliran Kepercayaan ke dalam GBHN (!978), atau berbagai kebijakan pendangkalan aqidah seperti Hormat Bendera di sekolah-sekolah, termasuk berbagai ide-ide (maaf) “sinting” yang dilepas orang-orang intelek tapi sesungguhnya amat keblinger. Dalam kasus ini adalah ide dari Prof. Dr. Harsya W. Bachtiar, yang pada awal 1980 an meluncurkan ide Panca Agama, yakni lima agama yang diakui di Indonesia agar diajarkan kepada semua murid sekolah di Indonesia. Ide yang terang-terangan hendak menghancurkan aqidah anak didik yang artinya sebagian besar anak didik itu niscara orang Islam, justru diterima kalangan Golkar dan hampir diterapkan, sekaligus mengarah hendak dibubarkannya departemen agama, karena selama ini dianggap tidak adil karena hanya dikuasai dan dipimpin oleh orang Islam saja. Syukur ide profesor yang terlalu maju itu berhasil ditepis oleh kalangan Islam setelah habis-habisan menangkal.

Bagaimana menjelaskan bahwa terhadap ide “hancur-hancuran” untuk merusak masyarakat (baca : Islam) seperti versi Panca Agama ini, niscaya di dalamnya ikut pihak Kristen. Jika tidak ikut merekayasa dan merancangnya setidak-tidaknya ia memperlicin agar ide gila-gilaan yang akan menghancurkan umat Islam itu betul-betul bisa dilaksanakan di Indonesia. Barangkali hancurnya bangsa muslim ini menjadi keuntungan orang Kristen. Tidak tertibnya orang Indonesia yang muslim dalam menjalankan perintah agamanya, menjadi kegembiraan orang Kristen, bahkan harus terus didorong agar orang-orang itu terus tidak taat terhadap agamanya untuk kemudian di-Kristenkan. Dalam hal ini orang Kristen dalam menjalankan strategi Kristenisasinya berpandangan orang Islam di Indonesia yang jumlahnya secara statistik 87%, data ini dianggap sebagai data catatan KTP saja. Pengakuan penduduk sebagai beragama Islam hanyalah Islam KTP. Orang Kristen beranggapan orang Indonesia sejatinya sebagian besar adalah : Non Practicing Moslem, karena itu sah-sah saja dijadikan sasaran penyiaran agama Kristen.

Menanggapi sikap Kristen seperti itu, (Alm) Moh. Roem kepada penulis pernah mengatakan, ia sangat tidak setuju orang Islam dipilah-pilah dengan istilah : Islam KTP, Islam Abangan, hanya karena orang Islam itu tidak atau belum bisa menjalankan 100% syariat agamanya. Jika hal itu diterapkan pada orang Kristen, menurut Roem, orang Kristen yang hanya disuruh ke gereja seminggu sekali saja banyak yang mangkir dan hanya pergi ke gereja setahun sekali. Mengapa tidak, orang-orang Kristen juga dijuluki sebagai Kristen KTP atau Kristen Abangan. Memang jika mau adil menilai, sejatinya semua Kristen menjadi abangan di Indonesia. Satu hal yang pasti kini, orang-orang Kristen menjadi makin radikal dan berani menentang orang Islam, bahkan berani berperang habis-habisan di Ambon dan Poso. Umat Islam telah ditantang dan dilecehkan, maka sudah saatnya mereka harus bangkit untuk menghadapi.

Dikutip dari tulisan Aru Seif Assad

Arsip : Muslim Sejati @ MyQuran

5 Tanggapan ke “Goyangan Liar Kristiani dibumi Islam Indonesia”

  1. abinehanafi berkata

    musuh sudah siap dengan senjata di tangan menghabisi kita, sayang sebagian kita masih berfikir ancaman itu hanya dibuat-buat dan dibesar-besarkan. Apa menunggu jatuhnya korban kaum muslimin lebih banyak???

  2. Nahrowi Adjie berkata

    Ganyang terus orang-orang yang dengan sengaja dan terang-terangan memusuhi Islam. Mari kita “singsingkan lengan baju” tuk memerangi orang kafir, di manapun berada.
    Tingkatkan ukhwah islamiah di antara kita, jangan gontok-gontok sesama muslim.

  3. Leonardus lawing berkata

    untuk Nahrowi Adji,KALAU ANDA TIDAK ADA BERBUAT DOSA MUNGKIN ANDA PNTAS MMNBUNUH,TPI JNGAN KOTORI TNGAN ANDA DNGAN DARAH,BGAIMANAPUN ITU.TPI CNTAI DAN KASIHILAH ORG2 DRI AGAMA LAIN,TPI APABLA ANDA MRASA BRDOSA JNGN PERNAH MMBUNUH…..Tuhan mmberkati…
    __________________________________________________

    menurut pak leonardus Yesus berdosa gak?

    “Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan BUNUHLAH mereka di depan mataku”. (Lukas 19:27)

    • gkiiwilayahpapua berkata

      anda jangan memprovokasi orang, dengan nats ALKITAB yang tidak benar

      _____________________________________________
      Kafilahsyuhada :

      Ada yang merasa terprovokasi yaa ?? ;-)

  4. syubidudamdam berkata

    ehhh,,,,Nahrowi Adjie,,,abinehanafi,,,, klo mo komenn,,, pake otakk,, ini juga yg bikin tulisan siapa sihh,,, ktawan bgt otak nya rendahan,,, masa,, indonesia dibilang negeri muslim,,,, blajar lagii dehh,,, sejak kapan,, ini negaera yang multikulturalisme dimana banyak perbedaan,, dri mulai budaya,,bahasa,,warnakulit smpe AGAMA,,,, bodoohh klo ada yag bilang negeri musliimm,,
    sebenernya yang crii gara2 dari awal itu siapa,,, coba deh sebutin itu ruu sidiknas 2003 apa bunyinya,,,!!!! jangan sok tauu!!!!
    dengan adanya tulisan ini aja,, udah kliatan banget yahhh,, sebenrnya siapa yang mau nyingkirin siapa,,, dasarr anehhh,,
    ____________________________________________________________

    Kafilahsyuhada :

    Mbak keketh, komennya kok seperti orang tidak terpelajar gituh, malu atuh..
    Buktinya Dalam Dasar Negara kita tercantum jelas di Pembukaan UUD 1945 alinea 3 :
    ” Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, …… ”

    Belum cukup?? Bukti lain bahwa Indonesia adalah negeri Islam, silahkan perhatikan, hampir tiap menit diseluruh penjuru Indonesia dari sabang sampai marauke jutaan masjid saling bersahutan memanggil dan meng-Agungkan Asma Allah ,dan hal luar biasa seperti itu tidak akan bisa anda temukan di Amerika . ^_^

    Tentang UU sisdiknas :

    BAB V
    PESERTA DIDIK
    Pasal 12
    (1) Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak:
    a. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama .
    : sumber disini :

    Akan berbanding terbalik dengan ini :

    Pergilah kesemua jalan dan lintasan dan PAKSALAH orang-orang yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh” (Lukas 14:23)

    Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan di baptis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan DIHUKUM.” (Markus 16-15)

    Pergilah jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan anak dan Roh Kudus,” (Matius 28:19)

    so ??? semoga sedikit ngejawab yaa mbaak… ^_^

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>