Kafilah Syuhada

Jihad never Die Mujahid Never Sleep . . .

Alexander The Great vs Iskandar Zulkarnain

Ditulis oleh kafilahsyuhada di/pada 21 April 2009

alexander-the-greatAlexander The Great vs Iskandar Zulkarnain

Alexander The Great adalah pemimpin di abad ke-3 sebelum Masehi yang menaklukkan dunia dari daratan Yunani, Laut Tengah, Mesir, Asia Minor, Persia hingga India Utara. Nama tersebut diabadikan menjadi kota di Mesir, Alexandria atau Iskandariyah.

Ada pendapat yang menyebutkan bahwa Alexander The Great adalah Iskandar Zulkarnain (nama Zulkarnain diceritakan dalam Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 83-99), namun hal ini bukan Alexander meskipun jika kita baca mempunyai plot yang mirip yaitu ?tempat terbenam matahari? adalah wilayah penguasaan pertama Alexander (matahari terbenam di pantai Laut Tengah), ke arah timur (India) dan wilayah dua gunung (antara Laut Hitam dan Laut Kaspia).

Mana yang benar?Fakta sejarah tidak menunjukkan bahwa Alexander The Great adalah Zulkarnain yang disebut dalam Al-Quran (dalam Al-Quran hanya disebut Zulkarnain, tanpa Iskandar). Siapa Zulkarnain yang disebut dalam Al-Quran? Apakah seseorang di masa lalu ataukah di masa depan? Belum ada yang tahu, tapi kita bisa mengambil hikmah ceritanya dan terus mencari tafsir dan fakta apa yang telah disebutkan dalam Al-Quran.

Berikut kutipan terjemahan Al-Quran tentang Zulkarnain:

83. Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah: ?Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya?.
84. Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,
85. maka dia pun menempuh suatu jalan.
86. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: ?Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka?.
87. Berkata Zulkarnain: ?Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.
88. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami?.
89. Kemudian dia menempuh jalan (yang lain).
90. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu,
91. demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.
92. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).
93. Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.
94. Mereka berkata: ?Hai Zulkarnain, sesungguhnya Ya?juj dan Makjuj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka??
95. Zulkarnain berkata: ?Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
96. ?berilah aku potongan-potongan besi? Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Zulkarnain: Tiuplah (api itu)?. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata: ?Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu?.
97. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.
98. Zulkarnain berkata: ?Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar?.

Dan berikut adalah rangkuman cerita Alexander The Great:

Alexander bersama teman dekatnya Hephaestion dididik oleh Aristoteles yang merupakan murid Plato, kemudian memimpin Macedonia dan mulai menyatukan kota-kota peradaban Yunani menjadi satu kesatuan selama 13 tahun hingga wafat karena sakit. Ide menyatukan kota-kota Yunani adalah berasal dari ayahnya Raja Philip II dari Macedonia yang beristrikan Olympias.

Pada saat Philip II menaklukan Byzantium (sekarang Istanbul), Alexander yang masih berumur 16 tahun ditinggal di Macedonia dan berhasil bertahan dari serangan kerajaan Maedi dan serangan Sacred Band of Thebes (sebuah pasukan elite militer homoseks sebanyak 150 pasang). Philip II kemudian dibunuh oleh Pausanias (pembunuh, assassin), yang kemudian tahta Macedonia dipimpin oleh Alexander pada usianya yang ke-20. Terbunuhnya Philip II masih menjadi misteri apakah ada keterlibatan Alexander karena Olympias diceraikan atau mungkin juga hasutan Raja Persia Darius III.

Penaklukan pertama Alexander adalah ke kerajaan Persia yang dipimpin Darius III Codomannus melalui perang Battle of Issus (sekarang Iskenderum, Turki) meskipun dengan kekuatan tentara yang hanya seperempatnya yang dipimpin jendral Ptolemy dibanding kekuatan Persia.

Selanjutnya selama 12 tahun Alexander menguasai pantai Laut Tengah Mesir, kemudian Babylonia hingga ke wilayah Pakistan dan India Utara sekarang. Selain di Mesir Alexander juga mendirikan/diabadikan di kota-kota berikut:
* Alexandria Asiana, Iran
* Alexandria in Ariana, Afghanistan
* Alexandria of the Caucasus, Afghanistan
* Alexandria on the Oxus, Afghanistan
* Alexandria of the Arachosians, Afghanistan
* Alexandria on the Indus, Pakistan
* Alexandria Eschate, ?The furthest?, Tajikistan

Ada banyak perbedaan pandangan dari para ahli sejarah, namun kita tidak mungkin sekedar mengikuti asumsi tanpa melakukan penelitian yang jauh lebih detail.

Dalam kasus tersamarnya identitas Zulqarnain dengan Alexander the Great itu, tolok ukur yang pertama kita gunakan adalah Al-Qur’an. Sebab ini adalah kitab tershahih di dunia.

Di dalam Al-Quran dijelaskan bahwa Zulqarnain seorang raja muslim yang adil dan pemerintahannya membentang dari barat sampai timur. Dan yang terutama sekali, beliau telah membangun dinding besar monumental yang membentang antara dua gunung. Para ahli sejarah meyakini bahwa bendungan terbuat dari logam itu terletak di pegunungan Kaukasus, kini daerah itu menjadi negara bagian Georgia.

Secara topografi, deretan pegunungan Kaukasus itu memang terlihat memanjang dari laut Hitam sampai ke laut Qazwin sepanjang 1.200 km tanpa celah. Kecuali pada bagian kecil sempit yang disebut celah Darial sepanjang 100 meter kurang lebih. Pada bagian celah itulah Zulqarnain membangun penghalang dari Ya’juj dan Ma’juj sebagaimana disebutkan di dalam Al-Quran dalam surat Al-Kahfi.

Kemudian dia menempuh suatu jalan. Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”

Dzulkarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan, agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi”. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah “.

Hingga apabila besi itu sudah menjadi api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu”. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa melobanginya. Dzulkarnain berkata: “Ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”. (QS Al-Kahfi : 92-98)

Sedangkan Alexander the Great itu dalam sejarahnya tidak pernah diberitakan pernah melakukan hal itu. Bahkan dia adalah seorang musyrik penyembah berhala. Sejarah tidak mencatatnya sebagai seorang raja muslim yang taat kepada agama tauhid.

Meski keduanya punya nama Iskandar/Alexander, namun keduanya adalah sosok yang berbeda. Sejarawan muslim Ibnu Katsir dalam kitab Al-Bidayah Wan Nihayah menjelaskan bahwa antara kedua orang itu terbentang jarak waktu sampai 2.000 tahun. Dan hanya mereka yang tidak mengerti sejarah saja yang bisa terkecoh atas identitas kedua orang itu. (Lihat Al-Bidayah Wan-Nihayah oleh Ibnu Katsir jilid 1-2 halaman 493).

sumber : muslim sejati @ myQ
Ust.Ahmad Sarwat Lc @ eramuslim 15/10/2004

9 Tanggapan ke “Alexander The Great vs Iskandar Zulkarnain”

  1. nisa berkata

    ooo begitu sejarahnya… alhamdulillah saya baca blog ini, jadi tidak terkecoh, soalnya saya pernah nonton film alexander the great dan katanya ia adalah iskandar zulkarnaen yang diceritakan dalam Al-Quran, tapi setelah liat filmya emang gada ciri2 muslimnya sama sekali…

    jazakallah khair

    ________________________________________
    wah,saya malah belum nonton tuh pilemnya mbak nisa ^_^

  2. Daryono berkata

    Numpang tanya tentang ayat 96 :

    96. ?berilah aku potongan-potongan besi? Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Zulkarnain: Tiuplah (api itu)?. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata: ?Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu?.

    Pada waktu membuat dinding dari potongan besi , pastilah diperlukan rangka penopang dan bahan yang cocok untuk saat itu tentu kayu. Mungkinkah membakar potongan besi sampai merah tanpa membakar rangka kayunya ??
    Dzulkarnain minta dituangkan tembaga(yang mendidih) , tembaga mendidih pada temperatur 2500derajat Celsius . jauh diatas titik leleh besi yang sekitar 15oo an.Dengan teknologi apa sehingga bisa mendidihkan tembaga pada waktu itu? Biasanya menuangkan logam dilakukan di tempat pengecoran logam , sama sekali bukan di tempat lokasi . Bagaimana caranya menuang tembaga (mendidih) di tempat ketinggian ???? Selain itu apa tujuannya menuang tembaga ke besi? Membuat besi paduan atau melapisi besi dengan tembaga? Kalau mau mebuat besi paduan tembaga , maka dua2nya harus dilebur dulu. Lha kalau mau melapis besi dengan tembaga , kalau menurut deret Volta maka kalau ada dua logam yg berbeda maka salah satunya akan berkarat. Jadi dinding tsb tidak akan tahan sampai hari kiamat.
    Bagaimana pendapat anda?

    • M.Fathi Farahat berkata

      Berilah aku potongan-potongan besi (masses of iron). Hingga ketika besi itu telah sama rata dengan kedua bukit itu, berkatalah dia (Dzulqarnain): “Tiuplah”. Hingga ketika besi itu sudah menjadi merah seperti api, diapun berkata “Berilah aku QITHR agar kutuangkan ke atas besi panas itu” (QS Al Kahfi ayat 96).

      Perlu dijelaskan di sini bahwa ada sedikit variasi atau perbedaan dalam terjemahan terhadap ayat tersebut khususnya berkaitan dengan kata “QITHRAAN”. Ketika membandingkan sekitar 8 terjemahan (2 versi bahasa Indonesia dan 6 versi bahasa Inggris), secara umum dapat kita kelompokkan menjadi 4 kelompok dalam menerjemahkan kata “Qithraan”. Keempat terjemahan tersebut memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Keempat jenis terjemahan tersebut adalah (molten) copper (tembaga yang meleleh/mendidih), (molten) lead (timah yang meleleh), (molten) brass (kuningan yang meleleh), dan tar (ter/tir).

      Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Jalalen, Tafsir Thabari and Tafsir Qurtubi, kata “qithr” ditafsirkan sebagai “tembaga”. Kata “yang meleleh (molten)” merupakan tafsiran tambahan. Jika kita lihat Kamus Inggris-Indonesia-Arab susunan Attabik Ali, diperoleh bahwa arti dari qithr adalah tar (Inggris) dan ter/tir (Indonesia).Untuk menentukan terjemahan yang paling tepat, hal ini dapat ditinjau dari perspektif sains modern. Berdasarkan ilmu metalurgi( ilmu yang mempelajari bagaimana membuat suatu logam dari campuran logam dengan unsur lain) baja dibuat dari dua unsur yaitu besi dan karbon.

      Selanjutnya jika kita amati, ter/tir (yang berwarna hitam yang merupakan campuran aspal dan minyak dan bisa juga disebut sebagai minyak mentah) jelas banyak mengandung unsur karbon.

      Jadi dalam cerita Zulkarnain di atas jelas apa yang seharusnya dituangkan kedalam besi telah memerah panas seperti api adalah tir/ter, karena dengan menuangkan ter/tir tersebut terjadilah percampuran antara besi dan karbon sehingga terbentuklah baja, yang sifatnya lebih keras dan kuat dibandingkan besi. Maka pada ayat berikutnya (QS: Al Kahfi ayat 97) diceritakan “mereka tidak bisa melobanginya”.

      Selain itu jika kata “qithran” diterjemahkan sebagai ‘tembaga’, ‘timah’, atau ‘kuningan’, maka diperlukan sebuah penafsiran lagi (tafsiran tambahan) yaitu ‘yang meleleh’. Kalau diterjemahkan atau ditafsirkan sebagai ‘ter/tir’ tidak perlu ada penafsiran tambahan karena tir/ter memang bentuknya sudah cair sehingga tinggal disiramkan saja ke atas besi yang sudah panas membara seperti api.

      Dengan demikian, QS Al Kahfi Ayat 96 akan lebih tepat diterjemahkan sebagai berikut: Berilah aku potongan-potongan besi. Hingga ketika besi itu telah sama rata dengan kedua bukit itu, berkatalah dia (Dzulqarnain): “Tiuplah”. Hingga ketika besi itu sudah menjadi merah seperti api, diapun berkata “Berilah aku ter/tir agar kutuangkan ke atas besi panas itu.

      Wallahu a’lam

      sumber : disini

      • Daryono berkata

        Wah kalau ditafsirkan ter dan ter bisa membuat besi berubah menjadi baja , ini temuan baru . Tinggal diuji saja apa benar begitu?

  3. abinehanafi berkata

    rasanya kita g rela kalo seorang pemimpin muslim yang baik seperti Zulkarnaen di serupakan dengan penyembah berhala alexander the great, atau emang ada upaya pengaburan sejarah kaum muslimin seperti yang biasa dilakukan orang-orang kafir terhadap para pejuang Islam?

    ______________________________________________________________
    sepertinya bi,opini masyarakat muslim diiring kearah sana..

  4. beben berkata

    Alhamdulillah….

    ilmu baru..syukran mas…kalo gak baca masii mengira mereka orang yang sama.

  5. MUSLIM berkata

    tapi, siapa sebenarnya zulqarnain?
    adakah watak lain yang menggantikan alexander?
    atu hanya Allah yang tahu?

  6. andara berkata

    zulkarnaen sebenernya suatu kisah yg masanya belum diketahui apakah sekarang atau masa depan….

    masalah baja
    ilmu metalurgi lagi berkembang….krn itu terlalu dini menyimpulkan sesuatu….

    dulu titanium tdk ada..sekarang bisa dibuat rumus metalurginya….

  7. ainur berkata

    baik, sy mndkung pembuktian sejarah dgn sudut pndang islam sebarkan terus agama Allah

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>