Kafilah Syuhada

Jihad never Die Mujahid Never Sleep . . .

Bilal diujung timur Indonesia

Ditulis oleh kafilahsyuhada di/pada 19 Desember 2008

papua
Islam adalah agama nenek moyang orang Papua.Tapi mengapa jejak itu menghilang? Bagaimana kawasan ini berubah Kristen?
Maka wajar bila hingga hari ini banyak orang bertanya: Adakah orang Islam di Papua? Adakah komunitas pribumi yang menganutIslam sebagai agama mereka? Pertanyaan bernada skeptis ini sama sekali bukan hal aneh. Apalagi selama ini pandangan umum beranggapan bahwa di Papua tidak terdapat penduduk pribumi (asli) yang Muslim. Bahkan ada semacam kesimpulan yang cukup miris, bahwa Papua itu identik dengan Kristen. Atau Papua adalah Kristen! Wow. Tentu ini sebuah pencitraan keliru sebagaimana Ambon sama dengan Kristen, atau Batak mesti Kristen. Padahal dari sekitar 2,4 juta keseluruhan penduduk Papua, sekurang-kurangnya 900 ribu di antara mereka adalah Muslim.(data terkini sekitar 45-65 % muslim.)
Nu Waar adalah nama pertama pulau paling timur di wilayah Indonesia. Di pulau yang dulu lebih dikenal dengan nama Irian ini ternyata memiliki sejarah perkembangan Islam sejak abad ke-12. Nama Nu Waar diberikan oleh pedagang muslim yang datang saat itu.
Tepatnya, Islam masuk pada 17 Juli 1214, sedangkan agama lainnya (selain animisme dan dinamisme) baru masuk sekitar abad XVIII. Nama Nu Waar sendiri berarti Cahaya. Masuknya Islam ke daerah Papua terjadi beberapa abad lebih awal dari masuknya agama Kristen Protestan yang masuk pertama kali di daerah Manokwari pada tahun 1855, yaitu ketika dua orang missionaris Jerman bernama C.W. Ottow dan G.J. Geissler mendarat dan kemudian menjadi pelopor kegiatan missionaris di sana.
Bahkan Gubernur pertama Papua bahkan seorang Muslim yakni H. Zainal Abidin Syah(1956-1961) yang merupakan Sultan Tidore. Kemudian disusul Gubernur Muslim lainnya yakni P. Parmuji, Acup Zaenal, Sutran dan Busiri. Sejak Gubernur Busiri sampai sekarang, Pimpinan Kepala Daerah (Gubernur) dijabat oleh Kristen.
Apakah agama Islam hanya untuk orang berkulit putih, Jawa, Bugis atau untuk semua orang yang hidup di dunia? Siapa sahabat nabi Saw yang berkulit hitam dan berambut keriting namun merdu suaranya,yang rela ditimpa batu panas untuk mempertahankan aqidahnya?Dialah Bilal..Bilal-bilal lainnya masih ada,Meraka banyak diujung Indonesia, diPapua..dan mereka adalah saudara kita…

sumber : @ swaramuslim

Satu Tanggapan ke “Bilal diujung timur Indonesia”

  1. Pemuda Kahfi berkata

    Di Papua, ibadah umat muslim makin khusuk. Tau kenapa? Karena lingkungannya adalah lingkungan nasarah yang setiap waktu menekan muslim. Dari tahrim masjid sampai azan pun ingin dipersoalkan. Terlebih lagi ada angin otonomisasi. Tapi bukan umat Muhammad kalau gentar. Mungkin dakwah kami 10 x lebih berat daripada di saudara-saudara kami di luar Papua. Disinilah kami menegakkan kalimatullah.

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>