Ghazwul Fikri kaum Nyleneh
Ditulis oleh kafilahsyuhada di/pada 13 Desember 2008
CENDIKIAWAN NYLENEH
Dulu, almarhum Cak Nur pernah menterjemahkan Laa ilaah illaLlah dengan terjemahan kontroversial ”Tiada Tuhan kecuali Tuhan”. Lontaran pendapatnya itu menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat. Umat Islam dibingungkan denganisu tsb. beberapa lama. Betapa banyak tenaga dan potensi umat yang dicurahkan untuk menanggapi pendapat tersebut. Padahal kalau direnungkan,pendapat tersebut tidak akan berdampak positif untuk kemajuan umat Islam apalagi mampu membangkitkan umat Islam dari keterpurukannya. Justru menorehkan PR bagi umat Islam secara berkelanjutan. Itu satu isu. Di sana masih seabreg pendapat nyleneh yang terus bergulir sampai sekarang untuk menghambat kemajuan umat Islam.
Dulu kita pernah mendengar Gus Dur mangeluarkan statemen kontroversial saat diwawancarai JIL tentang tanggapannya terhadap RUU APP. Ia menyatakan bahwa Alquran adalah kitab paling porno di dunia. Ucapannya menghebohkan umat Islam Indonesia dan menimbulkan kontroversi yang menyita waktu dan potensi umat Islam. Sampai perguruan Islam as syafi’iyyah pernah mengajukan surat ke MUI untuk meminta fatwa tentang ucapan Gus tersebut. Bahkan tersebar berita melalui sms bahwa ada upaya dari KH. Luthfi Bashori, ketua MUI Malang, menggalang tanda tangan dari 50 ulama besar di Jawa Timur untuk menyurati Gus Dur dalam kerangka tawaashou bil haqq dan tawaashou bis shobri. Surat tersebut diantar oleh Bapak Kiai Luthfi Bashori dan Habib Rizieq. Ternyata disambut Gus dengan gebrakan meja penuh amarah. Untungnya,saat itu Habib Rizieq tidak emosi sehingga adu fisik tidak terjadi.

Ghozwul Fikri
Kalau kita amati secara cermat, sebenarnya di balik isu-isu nyleneh yang dilontarkan kaum orientalis dan para kaki tangannya, ada suatu skenario besar untuk memadamkan cahaya agama Allah. Upaya ini memang sudah ada sejak deklarasi dakwah Islam di bukit Shofa yang dilakukan Rasulullah di hadapan kaum Quraisy. Di zaman Jahiliyyah dulu, kafir Quraisy berusaha menyerang Islam dengan minimal tiga cara: Pertama, melalui rayuan dan godaan harta, wanita dan tahta. Kedua, memalsukan pribadi Rasul dengan menuduhnya sebagai penyair, dukun ataupun tukang sihir. Ketiga, dengan intimidasi, tindasan,siksaan dan peperangan. Serangan demikian ditiru oleh kaum orientalis.
Sejarah mencatat bahwa setelah kegagalan perang salib untuk menghancurkan Islam, para misionaris berusaha mencari metoda efektif untuk memadamkan cahaya agama Allah. Mereka mempelajari di mana letak kekuatan umat Islam.Kesimpulan mereka bahwa umat Islam kuat karena berpegang teguh pada Islamnya, Al Quran, Sunnah Rasulullah dan ajaran-ajarannya. Mereka berpendapat untuk melemahkan umat Islam adalah dengan cara menjauhkan mereka dari Islam dan semua ajarannya. Ghazwul fikri (invasi pemikiran) dianggap sebagai cara efektif untuk mencapai tujuan tersebut dan menjauhkan umat Islam dari agamanya.
Secara terminologis Ghazwul fikri sering dikonotasikan sebagai serangan pemikiran untuk menebarkan keraguan, kesesatan dan kepalsuan ke dalam pemikiran umat Islam agar luntur keyakinannya. Di antara cara yang digunakan ghazwul fikri adalah dengan tasykik (menebarkan keraguan-keraguan) tasywih (pemalsuan informasi tentang Islam) dan tadhlil (Penyesatan ajaran Islam).Allah menegaskan hal ini dalam surat As Shoff ayat 8 : ” Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.”
Tujuan Ghazwul fikri
Di antara tujuan ghazwul fikri adalah : Pertama, menghambat kemajuan umat Islam agar tetap menjadi pengekor Barat. Berbagai macam pendapat nyleneh yang ditebarkan para orientalis lewat media cetak dan elektronik berhasil menyita perhatian umat Islam dan mengeruk sebagian besar potensinya, baik untuk melakukan kajian, bantahan dan pelurusan. Kedua, menjauhkan umat Islam dari Al-Quran dan As Sunnah dan ajaran-ajarannya. Dengan keraguan-keraguan dan penyesatan terhadap umat Islam, ghozwul fikri menyeret orang-orang awam ke jurang yang memisahkan mereka dari keislaman-nya. Bahkan ada sebagian yang keluar dari Islam dan berpindah ke agama lain. Ketiga,memurtadkan umat Islam bila mampu. Inilah yang digambarkan Al Quran dalam surat Al baqarah ayat 217 “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”
Cara-cara Ghazwul fikri
Pertama, Pemalsuan ajaran agama Islam seperti pemalsuan terhadap Al-Quran, Pemalsuan As-Sunnah, Pemalsuan pribadi rasulullah, Pemalsuan sejarah Islam,Pemalsuan sistem kehidupan Islam seperti, memalsukan tafsir ayat Al-Quran tentang semua agama adalah sama, semua orang beragama akan masuk sorga berdasarkan pemalsuan makna ayat 62 dari surat Al Baqoroh.
Kedua, Menebarkan Keraguan-keraguan dalam Islam seperti menebarkan pendapat bahwa agama Islam hanyalah cocok untuk di Timur Tengah. Islam agama yang disebarkan dengan pedang dst.Ketiga , Penyesatan pemahaman terhadap ajaran Islam. Seperti makna hadits “Dunia adalah penjara bagi mukmin dan sorga bagi orang kafir” disesatkan dengan makna bahwa mukmin tidak usah rajin bekerja untuk dunia karena dunia hanyalah untuk orang kafir.
Sendi-sendi Ghozwul fikri
Yang dijadikan sendi gerakan invasi pemikiran ini minimal ada tiga yaitu;
1. Zionisme, Zionisme berasal dari kata Zion yaitu nama sebuah bukit disekitar Baitul Maqdis. Arti kata-kata Zion menurut bangsa Yahudi adalah bumi yang dijanjikan, atau tanah suci yang diidamkan setiap Yahudi. Zionisme merupakan gerakan jahat dan perusak yang bertujuan untuk menguasai dunia dan menghancurkan semua nilai yang selain Yahudi. Untuk mencapai tujuan tersebut mereka menetapkan tiga langkah yaitu:
a.Mendirikan negara Yahudi di Palestina.
b.Memberikan pelayanan terhadap Yahudi Internasional.
c.Menjadikan dunia dalam genggaman Yahudi.
Adapun wasilah-wasilah yang dipergunakan untuk menguasai dunia sebagaimana yang terangkum dalam Protokoler Zionis adalah:
Pertama , Menguasai ekonomi dunia dengan cara yang amat hina dan kasar. Kedua, Infiltrasi ke dalam sistem pemerintahan dan menciptakan pemerintahan-pemerintahan yang loyal terhadap mereka dan bisa diperalat untuk merealisir tujuan mereka.
Ketiga, Menghancurkan agama-agama dan menebar luaskan teori-teori ateisme.
Keempat, Penguasaan media massa internasional dan penerbitan-penerbitan.
Kelima, Menggunakan organisasi-organisasi rahasia semacam Free Masonry.
Keenam, Menebarkan perpecahan dan mengobarkan peperangan antara bangsa-bangsa di dunia.
Ketujuh, Mempropagandakan slogan-slogan yang memikat tapi penuh tipuan seperti slogan: Kebebasan, Persaudaraan dan Persamaan.
Kedelapan, Mempropagandakan anti semitisme.
Kesembilan, Menguasai lembaga-lembaga pendidikan tinggi.
2. Gerakan pemurtadan, Mulai dari cara-cara damai seperti; pemberian bantuan beasiswa, pelayanan sosial, pelayanan kesehatan dsb. Sampai dengan cara-cara yang kurang layak seperti; pacarisasi, hamilisasi dan rnikahan beda agama yang berujung pada pemurtadan.
3. Kolonialisasi, bekerja sama dengan tiga serangkai ghozwul fikri yaitu zionisme, gerakan pemurtadan dan orientalisme. Dengan tiga serangkai ghozwul fikri inilah, musuh-musuh Islam berhasil memecah belah umat,melemahkan kekuatan umat, menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya dan pada gilirannya akan memudahkan proses imeralisasi atau penjajahan terhadap umat yang tidak lagi memiliki identitas jelas dan tidak punya kekuatan dan persatuan.
Sarana yang digunakan
Untuk mencapai tujuan-tujuannya, ghazwul fikri menggunakan berbagai macam sarana, antara lain : Pertama, Lembaga-lembaga pendidikan. Lewat sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, ghazwul fikri ditanamkan. Mulai dari menjauhkan ajaran agama dari kurikulum sekolah, membuat sistem pendidikan yang menghasilkan manusia yang tidak mengerti agama, pendidikan yang memfokuskan aspek kognitif dst. Kedua, Lembaga-lembaga sosial seperti pelayanan kesehatan, bantuan-bantuan yang didalamnya terdapat upaya untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya dan kalau mampu mereka memurtadkannya.Ketiga, Media cetak dan elektronik yang selalu menampilkan acara-acara TV yang menebarkan kesyirikan, kehidupan sekuler, kebebasan seksual dan hal-hal yang merusak moral bangsa. Keempat, Pusat-pusat kebudayaan yang mengenalkan budaya barat yang permisif, pergaulan bebas, dsb.
Menangkal bahaya
Demikian dahsyatnya dampak negatif dari ghozwul fikri. Umat Islam dijadikan bulan-bulanan oleh isu-isu kontroversial yang dimunculkan dari waktu ke waktu oleh kaum orientalis dan oara oengikutnya yang setia. Tidak mustahil kalau Barat terus mengucurkan dana besar untuk ghozwul fikri, baik dengan mengkader para pengikutnya lewat beasiswa belajar di Barat, atau mendirikan pusat-pusat kajian di Indonesia dsb. Oleh sebab itu umat Islam harus serius menangkal serangan pemikiran ini. Minimal dengan melakukan hal-hal berikut:
Pertama, Menyeru Umat Islam untuk mencari alternatif sistem pendidikan,pemikiran, ekonomi dan budaya guna membentuk pribadi muslim, keluarga muslim dan masyarakat muslim sesuai dengan ajaran islam.
Kedua, Perlunya memasukkan mata pelajaran ghozwul fikri dalam kurikulum pendidikan kita khususnya kurikulum pendidikan madrasah dan pesantren.
Ketiga, Menyeru para penulis untuk melakukan konter dan bantahan terhadap berbagai serangan pemikiran terhadap ajaran-ajaran islam dengan mengemukakan bahayanya pemikiran tsb. Jika perlu umat Islam melembagakan tim khusus yang solie untuk memantau terus isu-isu kontroversial. Lembaga ini di bawah koordinasi MUI. Umat Islam yang tidak ditugaskan mengkounter isu-isu nyleneh sebaiknya mengerjakan tugas dakwahnya sesuai dengan bidangnya dan tidak disibukkan dengan masalah-masalah marginal tadi. Kalau ingin tahu persoalan yang sebenarnya ia harus mengakses kepada hasil kajian dan bantahan dari tim yang ditugaskan tadi.
Keempat. Menyeru semua lembaga pendidikan dan lembaga dakwah Islam untuk mewaspadai semua pemikiran sesat yang ditujukan kepada pemalsuan dan penyesatan ajaran Islam. Wallahu a’lamu bis showab
Sumber : disini







