Kafilah Syuhada

Jihad never Die Mujahid Never Sleep . . .

Vatikan yang Penuh Misteri

Ditulis oleh kafilahsyuhada di/pada 28 Oktober 2008

Seluk-beluk pemerintahan teokrasi ala Barat. Tak dipakai di mana-mana tapi dipertahankan keberadaannya, demi bisnis dan politik.

Sangat sedikit –jika tak mau dibilang tak ada sama sekali–, pengetahuan dunia Islam mengenai seluk-beluk Vatikan. Kecuali bahwa ia merupakan tempat kediaman Paus Jahones Paulus II, di Roma. Vatikan memang penuh misteri, baik politik, birokrasi, kebudayaan, bisnis dan eknomi, maupun berbagai intrik yang terjadi di dalamnya.

Negara kecil ini merupakan pusat keagamaan yang sangat berpengaruh, dengan kekayaan yang berlimpah termasuk jaringan media informasi –memiliki lebih dari 200 koran harian, majalah mingguan dan bulanan, 154 stasiun berita dan 49 saluran televisi– yang tersebar di seluruh dunia. Kekayaan dan pengaruh itu menyentuh kehidupan ummat beragama, politik dan sosial di dunia Kristen secara khusus dan dunia lain secara umum. Penganut Katolik di dunia dewasa ini sekitar ± 900 juta jiwa.

Vatikan dengan luas wilayah tidak lebih dari 44 hektar punya banyak rahasia yang sulit dipercaya oleh dunia. Di antaranya, memiliki jalan-jalan rahasia dan perbatasan-perbatasan khusus dan akses-akses rahasia bawah tanah. Misteri ini diyakini oleh banyak orang, tak heran kalau ia mendapat julukan sebagai “kerajaan penuh rahasia”.

Pasukan Swiss yang ditugasi menjaga Vatikan disumpah untuk tidak membocorkan rahasia apapun tentang pusat Kristen Katholik ini. Slogan yang popular di sana: “Tidak mungkin bagi siapapun mengetahui rahasia apapun tentang Vatikan, lalu membocorkannya sampai ke dunia lain.” Selubung misteri ini telah memancing sejumlah peneliti untuk menguak misteri dan apa saja yang terjadi di balik layar “Vatikan”.

Persoalan penetapan seorang Paus selalu menjadi hal yang sangat krusial dan menyedot sorotan mata dunia dan para pemerhati.

Sebenarnya, adalah tabu membicarakan suksesi kepausan selama paus yang sedang menjabat masih hidup. Bahkan, sesudah ia meninggal, suksesi baru boleh dibicarakan pada hari ketiga setelah kematiannya. Pada hari berikutnya, barulah dilakukan persiapan pemilihan paus baru di antara Dewan Kardinal. Peraturan ini sudah ditetapkan sejak tahun 607 Masehi dan tetap dilaksanakan hingga detik ini.

Saat kematian seorang paus para Kardinal mengadakan pertemuan di hari keempat di sebuah gereja kecil, masih di kawasan Vatikan. Mereka mendekam di sana, memutus hubungan dengan dunia luar sama sekali, hingga terpilihnya seorang paus baru. Proses pemilihan ini berlangsung beberapa hari atau terkadang memakan beberapa pekan. Pengumuman telah dipilihnya seorang paus ditandai dengan keluarnya asap putih dari cerobong asap di atas gereja. Keputusan yang sudah diambil tidak mungkin dapat diubah. Begitu juga, tidak diperkenankan bagi paus terpilih untuk mengajukan pengunduran diri, apapun kondisi dan situasinya. Paus yang terpilih harus menerima tugas ini sampai ajal menjemput.

Paus Johannes Paulus II yang lalu menjabat dipilih oleh 111 Kardinal. Adapun pemilihan yang akan datang, akan dipilih oleh sekitar 184 orang Kardinal. Namun bila ada di antara anggota berumur di atas 80 tahun, ia tidak diperkenankan lagi untuk ikut, karena pertimbangan rumitnya proses pemilihan. Di antara mereka yang berusia di atas 80 tahun kini ada 44 orang, maka kemungkinan pemilihan yang akan datang hanya akan diikuti oleh sekitar 140 Kardinal saja.

Faktor apa saja yang mempengaruhi pemilihan seorang paus? Pemahaman tentang hal ini harus dirunut dari aliran-aliran Katolik yang berkembang di Vatikan. Dalam negara kaya, kecil dan berpengaruh ini tidak dipungkiri muncul persaingan dan konflik berbagai kekuatan agar dapat memegang kendali administrasi dan memilih paus yang mereka kehendaki. Tidak kurang dari 5 aliran keagamaan yang berkembang di Vatikan saat ini. Salah satu alirannya lebih dekat ke sekulerisme dan 4 lainnya cenderung lebih religius.

Malta Horse, aliran ini cenderung sekuler dan punya sejarah klasik sebagai organisasi aristokrasi yang terkenal sangat memusuhi Khilafah Utsmaniyah dan dunia Islam secara umum. Kelompok ini pertama kali muncul di Rhodesia.

Opus Dei (Peranan Tuhan), aliran ini realtif masih muda, dibentuk 66 tahun silam di Spanyol, tapi memiliki pengaruh besar di Vatikan. Kelompok ini adalah kelompok rahasia. Setiap negara punya kardinal dari kelompok ini dengan membawa paspor resmi Vatikan yang punya kekebalan diplomatik. Mereka hanya bertanggung jawab kepada Paus saja, dengan slogan “Pope First.”

Ordo Dominican, ordo ini mengutamakan kekekalan gereja dengan slogan “Church First.” Terdiri dari golongan aristokrat Katolik, dikenal memiliki karakter yang cenderung berkhiyanat dan sangat dogmatis.

Ordo Fransiscan, semboyan ordo ono “Christian First.” Mereka tidak banyak mencurahkan perhatian pada persoalan gereja di Roma tapi lebih kepada agama Kristen di seluruh dunia. Kelompok ini yang lebih banyak “peduli” pada kaum miskin dan papa, dan terdiri dari para pastur yang mendedikasikan diri untuk penyebaran Kristen ke seluruh penjuru bumi.

Ordo Jesuit, sebuah ordo yang menggabungkan aliran agresif seperti “Fransiscan” dan fanatik seperti “Dominican.” Kelompok ini dianggap sebagai kelas intelektual di dunia Katolik secara umum. Fokus perhatian mereka adalah “Lembaga Paus”. Artinya, siapa yang menjabat sebagai Paus tidak penting, tapi lembaga pausnyalah yang harus dibela mati-matian. Mereka ini termasuk yang banyak bersikap kritis bahkan menentang para paus, termasuk kepada yang sekarang sedang menjabat. Sikap ini menjadi benih konflik yang menjalar kemana-mana. Ordo Jesuit adalah aliran Vatikan yang paling agresif melakukan Kristenisasi. Anggotanya bertitel SJ di belakang namanya.

Meskipun terbagi dalam lima aliran besar, pengkutuban para kardinal di Vatikan secara umum dibagi menjadi dua; konservatif dan reformis (progresif). Paus sekarang ini tergolong aliran Konservatif dan belakangan ini sudah memilih sekitar 18 kardinal konservatif lainnya untuk memperkuat barisan aliran ini di Vatikan. Hanya saja, langkah itu belum bisa jadi penentu dalam proses suksesi mendatang.

Sulit diduga bagaimana sikap 140 Kardinal yang akan ambil bagian dalam proses pemilihan nanti. Para pengamat mengatakan, faktor bisnis juga turut menentukan sosok Paus di masa yang akan datang. Sebagai contoh, jaringan industri farmasi internasional akan turut bermain aktif menentukan Paus baru.

Perusahaan-perusahaan raksasa farmasi telah bertahun-tahun berjuang untuk menggolkan target mereka agar Vatikan menarik oposisinya terhadap program “keluarga berencana”. Maka industri raksasa farmasi mendanai berbagai lembaga kewanitaan dunia agar berkampanye untuk KB, pembatasan jumlah anak, dan dibolehkannya aborsi. Bila larangan itu dicabut maka industri farmasi akan meraup keuntungan yang besar sekali dari dunia Katolik, terutama di negara-negara miskin.

Kardinal Danelis asal Belanda, dikenal sebagai sosok yang sangat mendukung program KB. Maka dari itu raksasa industri obat-obatan berusaha keras agar Kardinal Belanda tersebut dapat dipilih sebagai paus berikutnya, sepeninggal Johanes Paulus.

Namun, Danelis bukanlah satu-satunya kandidat. Di sana ada Kardinal Ataqurai (didukung gerakan Masonic Perancis), Kardinal Thamco (didukung Uni Eropa), Kardinal Lacho (didukung Italia), dan yang merupakan calon terkuat Kardinal Carlo Maria Martini ordo Jesuit. Seru juga menonton para kardinal berebut posisi nomor satu.

Dalam sebuah University di negara bagian Selatan, para Missionary Kristen sedang dilatih untuk menjadi agen dan mata-mata umat Islam di seluruh dunia guna memurtadkan umat Islam. Tujuan mereka JELAS. Untuk menghapus Islam!!! (By Barry Yeoman)

Namanya Rick Love, usianya 49 tahun. Lelaki Amerika ini seorang misionaris Kristen, dengan tujuan sangat jelas, memurtadkan muslim sebanyak mungkin. Salah satu wilayah yang pernah jadi sasarannya di antaranya propinsi Jawa Barat. Masyarakat yang menjadi target adalah terutama orang-orang suku Sunda, baik di desa maupun di kota.

Dikutip oleh majalah Mother Jones terbitan Juni 2002, ia mengatakan kepada murid-muridnya, sebelum terjun ke tanah Parahyangan dirinya serius berusaha mendapat gelar untuk mengajar bahasa Inggris. Selama di Bandung dan sekitarnya, Rick menyamar jadi guru bahasa Inggris entah untuk berapa lama, dan berapa puluh orang dimurtadkannya. Artikel di majalah itu oleh penulisnya diberi judul “Perang Salib Siluman”

Kini Rick Love menjadi salah satu pengajar utama di Columbia International University di negara bagian South Carolina, Amerika Serikat. Di kelas rahasia inilah ia dan puluhan pendeta lain mengkader ratusan orang yang siap menyamar dengan profesi apa saja, guru, akuntan, wartawan, aktivis LSM, dosen, pengusaha, juru rawat, konsultan, desainer, apa saja, dengan target negara-negara Muslim. Misi utamanya, memurtadkan sebanyak mungkin orang Islam dari agamanya.

Love bekerja dan memimpin sendiri lembaga bernama Frontiers, kelompok Kristen terbesar di dunia dewasa ini yang memfokuskan gerakan pemurtadannya untuk Muslimin. Frontiers kini mengendalikan 800 tenaga missionaris di 50 negara, membentang dari Pasifik Selatan sampai Afrika Utara, terutama negara-negara Muslim terkemuka, terutama sekali sasaran mayoritas muslim adalah Indonesia.

Cerita tentang gerakan Rick Love inilah yang kemudian diangkat dan dikembangkan oleh majalah TIME edisi 30 Juni 2004 lalu. Laporan utamanya berjudul “Haruskah Orang Kristen Mengkristenkan Orang Islam?” (Should Christians Convert Muslims?). Kabarnya, edisi tersebut yang terbit di Jakarta kabarnya dari pasaran entah siapa yang memborongnya. Susah mendapatkannya.

Menurut Pusat Kajian Global Christianity di Seminari Teologi Gordon-Conwell di South Hamilton, negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat, jumlah missionaris Kristen di negara-negara Islam kini hampir mencapai 30.000 orang.

Kristensisasi merupakan cerita lama di negeri ini. Tetapi Kristenisasi yang sengaja menyamar, jelas lebih licik dan lebih pengecut. Belanda datang ke gugusan kepulauan kaya ini 400 tahun lalu untuk tiga tujuan: merampok alamnya, memperluas kekuasannya, dan mengkristenkan orang-orangnya. Kebudayaan menjajah (the culture of colonialization) itu masih ada dan masih berjalan sampai sekarang di kalangan bangsa Barat, kata Tariq Ramadan, tokoh Muslim Eropa yang dua pekan berkunjung ke (Indonesia) sini.

Dari Snouck Hurgronje, Jan Pieter Zoen Coen dan Jenderal Kohler, sampai jenis-jenis manusia yang sama di zaman sekarang, isi benaknya sama, kuasai, rampok, murtadkan. Minimal lemahkan, asyikkan dengan popularitas pembicaraan mengenai liberalisme dan sibuk mematut-matut diri agar pantas disebut inklusif dan moderat. Asyikkan dengan goyang pinggul.

Apakah bangsa Muslim ini akan melawan serangan itu? Seperti yang terjadi 400 tahun lalu, yang sadar untuk melawan hanya relatif sedikit. Sangat sedikit. Yang lebih banyak, seperti kata Ibnu Taimiyah, justeru yang menyediakan dirinya untuk dijajah, dirampok alamnya, ditindas, dan dimurtadkan dari agamanya. Mereka yang melawan pada awalnya dulu disebut ekstremis, ditangkapi oleh polisi-polisi pribumi yang dikendalikan opsir-opsir Belanda. Sekarang yang melawan akan disebut teroris, dan akan ditangkapi oleh…

Menurut Al-Qurán, tidak semua orang Nasrani bertabiat demikian. Allah Subhaanahu wa ta’ala menjelaskan dengan sangat indah di surat Al-Maaidah ayat 82-83:

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.

Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.”

Tetapi, orang Nasrani yang bagaimana yang paling dekat persahabatannya dengan kaum Mu’min?

“Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qurán) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qurán dan kenabian Muhammad Saw).”

Mereka mendengar kebenaran dan mereka bersyahadat. Bukan yang sebaliknya.

irvan @ myqers

5 Tanggapan ke “Vatikan yang Penuh Misteri”

  1. ALEXENDER berkata

    boleh dapatkan cerita mengenai vatican dan gambarnya sekali? terutama munaskrip-munaskrip lama dan isi-isi rasianya?

  2. andi B berkata

    hebat juga ya penulis artikel ini. Walau banyak fakta yang dibeberkan, tetapi tidak lebih dari sebuah ‘dongen’ yang cukup intelek. Mungkin dipengaruhi oleh cara berpikir penulis buku Da Vinci Code. Sukses, saya tunggu fiksi berikutnya….

  3. choirul berkata

    Anda kurang serem kalo nulis artikel ini, mustinya lebih ngawur lagi, hidup kok dibuat menebar kebencian,…. semoga allha mengampuni anda

    ____________________________________________________

    Saya disini tidak menebar kebencian, hanya ingin berbagi dengan sesama muslim tentang bagaimana sebuah agama besar yang menipu milyaran umatnya dengan segala rahasia yang tersimpan didalamnyaselama ribuan tahun..
    dan satu lagi, Saya tidak butuh diampuni allha ( ??? ) :-)

  4. Susilo berkata

    sudah lahh, jangan mencari kelemahan agama laen, tekuni saja agama yang sudah dianut , Yang katholik kegereja dan amalkan ajaran Yesus, yang Islam teladani perilaku Nabi Muhammad dan jalani ajaran Qur`an dan Hadis.
    Yang Jelek to bukan agamanya , tapi orangnya (ingat banyak orang beragama tapi tidak beriman).

    ________________________________________________

    Saya setuju dengan pendapt anda tapi bagaimana dengan ini :

    Markus 16 ;15
    “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum….

    Matius 28: 19-20 :
    ” Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus ”

  5. sudahlah jangan cari-cari kelemahan agama laem, jalani saja agama yang udah dianut, agama itu semuanya baek yang too orang-orangnya.
    saya contohkan : tujuan kita adalah kota jakarta, terserah mo naek motor Honda apa Yamaha yang paling penting adalah tujuannya yaitu KOta Jakarta.
    Dan jangan berkomentar miring tentang orang pindah agama, mungkin dalam agama yang pertama dia tidak menemukan ketentraman hidup, apakah anda bisa menjamin bahwa dengan tidak pindah agama akan menemukan ketrentaman hidup ? koreksi diri anda sendiri ?

    ____________________________________________________________________________
    Semua agama baek ( bagi pemeluknya masing2 ) tapi belum tentu semua agama BENAR…dari sekian banyak agama PASTI ada SATU AGAMA yang BENAR !!! itu adalah ISLAM

    Bagaimana dengan perintah ini :
    Markus 16 ;15
    “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum….

    Matius 28: 19-20
    ” Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus…”

    Kebenaran hanya ada dalam Islam ….

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>